
Setiap orang tua pasti memimpikan pendidikan terbaik bagi buah hatinya. Namun, pernahkah Kopers menghitung secara rinci berapa besar biaya pendidikan yang harus disiapkan saat si kecil masuk perguruan tinggi nanti?
Seringkali, strategi finansial yang Kopers jalankan saat ini tidak sebanding dengan kecepatan inflasi di dunia pendidikan. Banyak yang merasa sudah aman hanya dengan menyisihkan uang di rekening setiap bulan.
Tapi, apakah cara konvensional ini benar-benar menjamin masa depan akademik anak? Mari kita bedah faktanya.
Mitos vs Fakta Biaya Pendidikan
Inilah mitos dan fakta biaya pendidikan anak pakai tabungan biasa, yang perlu Kopers ketahui:
- Mitos: Pokoknya asal rutin menabung setiap bulan di rekening, pasti biaya pendidikan anak akan tercukupi nantinya.
- Fakta: Realitanya, biaya pendidikan mengalami kenaikan rata-rata 10-15% per tahun. Sementara itu, bunga dari tabungan biasa sering kali tidak sampai 1%.
Selisih angka yang besar ini menunjukkan bahwa uang Kopers justru kehilangan nilainya secara perlahan jika hanya dibiarkan diam di rekening. Jika cara menyimpan masih gitu-gitu saja, maka dana yang terkumpul akan tertinggal jauh oleh harga masuk sekolah atau universitas yang terus melambung.
Berhenti Menyimpan, Mulai Alokasikan ke Tabungan Produktif
Solusinya untuk menghadapi kenaikan biaya pendidikan adalah dengan mengalokasikan dana ke tabungan produktif. Di tabungan tersebut, uang Kopers tidak hanya diam, tapi bekerja lebih keras daripada kenaikan biaya pendidikan sendiri.
Salah satu tabungan produktif yang layak untuk menyimpan dana pendidikan adalah Koperasi Digital Propertree. Koperasi properti pertama di Indonesia yang sudah berizin dan diawasi oleh Kemenkop (Kementerian Koperasi) dan Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital).
Dana yang Kopers simpan tidak dibiarkan mengendap, melainkan disalurkan ke proyek pembangunan yang fisiknya ada dan jelas, yaitu perumahan proyek Gethome.
Serta, pembangunan Garut Mountainview Villas, Ubud Forest Villas, dan membantu UMKM Kuliner Semangkuk Asap Cabang Tapos serta TadiPagi Coffee Roastery cabang Margonda.
Mengapa ini lebih efektif untuk persiapan biaya pendidikan?
- Transparansi Proyek: Dana dialokasikan pada proyek pembangunan yang bisa dipantau melalui aplikasi Koperasi Digital Propertree.
- Imbal Hasil Kompetitif: Imbal hasil yang bisa Kopers dapatkan mencapai 12% per tahun untuk program SIJAKA (Simpanan Berjangka). 4% per tahun untuk program SISUKA (Simpanan Sukarela).
- Semangat Gotong Royong: Di KDP, Kopers bukan sekedar nasabah melainkan bagian dari gerakan gotong royong membangun aset nyata.
Wujudkan Biaya Pendidikan Anak Lewat KDP!

Jangan biarkan impian anak kandas karena salah strategi finansial sekedar menyimpan uang, mulailah membangun aset nyata untuk masa depan bersama Koperasi Digital Propertree.
Unduh aplikasi Koperasi Digital Propertree di Google Play Store atau App Store, daftarkan diri sebagai anggota, ikuti langkah-langkahnya, mulai nabung simpanan pokok sebesar Rp1 juta yang dibayar sekali selama menjadi anggota dan simpanan wajib Rp100 ribu yang dibayar setiap bulan.
Kemudian, pilih program SIJAKA 12 untuk mendapatkan imbal hasil hingga 12% per tahun. Nikmati juga berbagai keuntungan lainnya seperti promo anggota saat beli makanan di Semangkuk Asap Cabang Tapos dan Kopi di TadiPagi Coffee Roastery cabang Margonda.
Lihat insight menarik lainnya terkait Koperasi Digital Propertree, finansial, bisnis, dan edukasi hanya di news koperasi propertree!





