
Daftar Isi
- 1 7 Kesalahan Umum Keuangan UMKM
- 1.1 1. Mencampur Keuangan Pribadi dan Bisnis
- 1.2 2. Tidak Punya Catatan Keuangan yang Jelas
- 1.3 3. Mengabaikan Arus Kas
- 1.4 4. Tidak Menyisihkan Dana Darurat Bisnis
- 1.5 5. Mengambil Keputusan Berdasarkan Intuisi, Bukan Data
- 1.6 6. Menunda Pembayaran Pajak
- 1.7 7. Tidak Melakukan Evaluasi Keuangan Secara Berkala
Keuangan UMKM adalah salah satu aspek terpenting dalam menjaga bisnis tetap stabil. Tanpa pengelolaan yang baik, keuangan UMKM bisa menjadi sumber masalah yang dapat menghentikan laju usaha.
Namun, pada kenyataannya, banyak pelaku UMKM tidak fokus pada keuangan, hanya fokus pada produksi dan penjualan. Akibatnya, keberlangsungan bisnis terhambat bahkan bisa gulung tikar.
Oleh karena itu, penting bagi pelaku UMKM untuk memahami dan menghindari jebakan-jebakan finansial yang umum terjadi.
Dalam artikel ini, Minkop akan membahas tujuh kesalahan umum dalam keuangan UMKM, serta cara menghindarinya, yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
7 Kesalahan Umum Keuangan UMKM
Berikut tujuh kesalahan umum keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang harus Kopers hindari.
1. Mencampur Keuangan Pribadi dan Bisnis
Kesalahan pertama yang paling umum dilakukan oleh pelaku UMKM adalah mencampur keuangan pribadi dan bisnis. Hal ini mengakibatkan Kopers sulit mengetahui apakah bisnis benar-benar menguntungkan atau tidak.
Lebih besarnya, uang bisnis bisa saja akhirnya terpakai untuk kebutuhan pribadi. Cara menghindarinya, Kopers sebaiknya membuka rekening secara terpisah, antara pribadi dan bisnis.
Lalu, gunakan aplikasi pencatatan keuangan atau buku kas sederhana untuk mencatat keluar masuknya uang bisnis, dan ambil keputusan keuangan yang lebih baik.
2. Tidak Punya Catatan Keuangan yang Jelas
Tanpa pencatatan yang jelas, Kopers tidak akan tahu berapa omzet yang masuk, berapa untung, atau apakah bisnismu sedang rugi.
Cara menghindarinya, Kopers bisa mulai catat semua pemasukan dan pengeluaran harian di aplikasi BukuKas, Akuntansi UKM, atau menggunakan Excel, secara konsisten.
3. Mengabaikan Arus Kas
Kesalahan keuangan UMKM lainnya adalah mengabaikan arus kas. Banyak pelaku UMKM yang merasa bisnisnya menguntungkan, sebenarnya ketersediaan uang tunai terbatas.
Hal ini terjadi karena terlalu banyak piutang, atau belanja stok berlebihan. Untuk itu, cara menghindarinya, Kopers dapat membuat arus kas untuk mengantisipasi kekurangan kas, usahakan piutang cepat dibayar, dan jangan boros stok jika belum laku.
4. Tidak Menyisihkan Dana Darurat Bisnis
Banyak pelaku UMKM yang tidak menyisihkan dana darurat. Padahal, setiap bisnis rentan mengalami situasi tak terduga yang membutuhkan pengeluaran ekstra.
Maka, sebaiknya Kopers dapat sisihkan sebagian keuntungan untuk dana darurat (3 hingga 6 bulan biaya operasional).
5. Mengambil Keputusan Berdasarkan Intuisi, Bukan Data
Kesalahan selanjutnya adalah mengambil keputusan berdasarkan intuisi, bukan data. Hal ini dapat berakibat fatal ke finansial bisnismu.
Maka, sebaiknya Kopers biasakan melihat data laporan keuangan sebelum mengambil keputusan. Baik mengambil keputusan untuk mengajukan pinjaman atau untuk hal lain yang produktif.
6. Menunda Pembayaran Pajak
Pelaku UMKM kerap menunda pembayaran pajak, bahkan ada yang belum memahami pajak apa saja yang harus dibayar. Hal ini dapat dikenai denda atau masalah hukum.
Cara menghindarinya, Kopers sebelum membuka bisnis harus paham dahulu kewajiban pajak yang akan ditanggung. Catat jatuh tempo pembayaran pajak, dan jika perlu konsultasikan dengan ahli pajak atau jasa konsultan pajak.
7. Tidak Melakukan Evaluasi Keuangan Secara Berkala
Kesalahan keuangan UMKM terakhir adalah tidak melakukan evaluasi keuangan secara berkala. Sehingga, Kopers tidak mengetahui apakah strategi yang dijalankan efisien atau belum, apakah ada masalah yang perlu diatasi, atau apakah ada peluang yang bisa dimanfaatkan.
Cara menghindarinya atau solusinya, Kopers bisa lakukan evaluasi secara berkala, seperti evaluasi setiap bulan, triwulan, atau tahunan. Serta, gunakan laporan tersebut untuk alat bantu evaluasi.
Itulah tujuh kesalahan keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), lengkap dengan cara menghindarinya. Ingat, menjaga finansial bisnis tetap sehat bukan hanya soal angka, tapi juga soal kebiasaan, disiplin, dan keputusan yang bijak.
Jangan tunggu sampai masalah datang baru Kopers tindak. Mulai sekarang, mari benahi pengelolaan keuangan bisnismu dari hal yang paling sederhana. Sebab, finansial bisnis yang kuat, dimulai dari keuangan yang cermat!
Temukan informasi menarik lainnya seputar, bisnis, investasi, finansial, dan edukasi di blog Koperasi Propertree!





