KDP Diundang MPR RI: Perkuat Peran Koperasi Digital Indonesia

Koperasi Digital Bersama MPR RI

Jakarta, 9 Juli 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) mendatang , MPR RI melalui Forum Diskusi Aktual Kebangsaan menggelar forum bertajuk “Koperasi Hebat, Indonesia Kuat”. Bertempat di Gedung MPR RI, Jakarta Pusat, forum ini menjadi ruang temu pemikiran lintas sektor untuk membahas arah dan strategi transformasi koperasi berbasis digital di Indonesia.

Forum diskusi ini dipimpin oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono, B.Com., M.Sc.,  forum ini menghadirkan peserta terbatas dari kalangan DPR/MPR RI, akademisi, pelaku koperasi, hingga perwakilan dunia teknologi. Dengan format forum diskusi aktual, acara berlangsung interaktif dan konstruktif, menyoroti tantangan serta peluang koperasi dalam menjawab kebutuhan ekonomi digital dan modern.

Koperasi Hadapi Era Baru: Digital atau Tertinggal

Koperasi merupakan salah satu pilar ekonomi kerakyatan yang telah diatur dalam Pasal 33 UUD 1945. Namun di tengah pesatnya globalisasi dan disrupsi teknologi, koperasi Indonesia dihadapkan pada realita baru: Digital atau Tertinggal.

Selama forum, peserta sepakat bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama koperasi hari ini. Tanpa peningkatan efisiensi operasional, perluasan layanan digital, dan transparansi real-time.

Keynote Edhie Baskoro: Sinergi dan Inovasi Jadi Kunci

Dalam sesi pembukaan, Dr. Edhie Baskoro menyampaikan pentingnya peran koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat yang adaptif.

“Kita tidak bisa bicara soal kedaulatan ekonomi rakyat jika koperasi tidak ikut dalam arus digitalisasi. Inovasi dan kolaborasi lintas sektor adalah jawabannya,”
– ungkapnya dalam keynote statement.

Ia menekankan bahwa MPR RI terus membuka ruang dialog untuk merumuskan kebijakan yang memberdayakan koperasi berbasis teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong dan inklusivitas sosial.

Diskusi Interaktif: Tantangan Nyata dan Best Practice Digitalisasi

Sesi diskusi berlangsung dinamis. Salah satu isu yang mengemuka adalah rendahnya kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) koperasi dalam mengadopsi teknologi. Selain itu, masih banyak koperasi yang belum memiliki infrastruktur digital maupun pendampingan digital yang memadai.

Forum ini juga menampilkan berbagai praktik baik (best practice) dari koperasi yang berhasil mengembangkan platform digital untuk layanan keuangan, pemasaran produk anggota, hingga kolaborasi dengan startup dan ekosistem fintech.

“Koperasi harus dilihat sebagai mitra strategis, bukan sebagai entitas tradisional. Digitalisasi bisa membuka peluang lebih besar bagi kesejahteraan anggota,”
– ujar salah satu peserta forum.

Koperasi Digital Propertree: Contoh Kolaborasi Progresif

Dalam forum ini, turut hadir Ketua Umum Koperasi Digital Propertree, Muhammad Lingga Naashirudin dan Sekretaris Koperasi Digital Propertree, Hamzah Saifulhaq, yang membawa perspektif koperasi berbasis digital dari sektor properti dan investasi.

Dengan model koperasi yang mengelola simpanan dan mendistribusikan dana untuk proyek perumahan produktif, Koperasi Digital Propertree (KDP) menjadi salah satu contoh bagaimana koperasi bisa bersinergi dengan dunia digital, namun tetap dalam koridor legal dan akuntabel.

Lima Tujuan Strategis Forum: Rekomendasi Masa Depan

Forum ini dirancang dengan 5 (lima) tujuan strategis yang menjadi outcome utama diskusi, yaitu:

  1. Menggali kembali peran historis koperasi sebagai fondasi ekonomi nasional.
  2. Menegaskan pentingnya transformasi digital untuk daya saing koperasi.
  3. Mendorong dialog antar-pemangku kepentingan seputar digitalisasi.
  4. Membangun kolaborasi antara koperasi, akademisi, teknologi, dan masyarakat sipil.
  5. Merumuskan rekomendasi kebijakan percepatan digitalisasi koperasi Indonesia.

Menuju Ekosistem Koperasi yang Berkelanjutan

Diskusi ditutup dengan simpulan bersama bahwa masa depan koperasi Indonesia bergantung pada keberanian berinovasi. Digitalisasi bukan sekadar platform, melainkan cara baru membangun ekosistem koperasi yang adaptif, profesional, dan relevan dengan zaman.

Momentum Hari Koperasi Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa koperasi bukan entitas kuno, tetapi masa depan ekonomi rakyat jika diberdayakan dengan strategi yang tepat.

“Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan kebijakan progresif, koperasi bisa jadi jantung ekonomi digital Indonesia,”
– tutup salah satu moderator forum.

Forum “Koperasi Hebat, Indonesia Kuat” bukan sekadar seremoni. Ini adalah bukti bahwa koperasi digital seperti KDP punya ruang, suara, dan kontribusi dalam strategi ekonomi nasional.

KDP percaya, masa depan koperasi hanya bisa dibangun lewat sinergi — antara komunitas, teknologi, dan kepercayaan.

Tertarik bersinergi atau ingin tahu lebih dalam tentang langkah digitalisasi koperasi?

Follow perjalanan kami, pelajari program-program Koperasi Digital Propertree seperti Si Jaka dan Si Suka, dan jadi bagian dari gerakan #KoperasiHebat

 

You May Also Like

About the Author: PROPERTREE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *