
Daftar Isi
Kopers ingin mulai investasi tapi masih bingung berapa modal investasi yang ideal untuk memulainya? Jawaban tidak mutlak, karena investasi kini tidak lagi eksklusif untuk yang sudah memiliki penghasilan tinggi.
Siapapun bisa mulai berinvestasi, justru semakin cepat Kopers mulai, semakin besar peluang menikmati efek compounding di masa depan. Namun sebelum terjun, Kopers penting untuk memahami berapa modal investasi yang benar-benar sesuai.
Hal ini dilakukan agar langkah pertama Kopers nyaman, efektif, dan berkelanjutan. Berikut faktor yang perlu diperhatikan dan rumusnya yang benar untuk menentukan modal investasi yang ideal.
Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menentukan Modal Investasi

Sebelum menentukan berapa modal yang ideal, ada beberapa hal penting yang harus dicek dahulu, yaitu sebagai berikut:
1. Pastikan Utang Sudah Terkendali
Prioritas sebelum investasi adalah utang produktif yang rendah, atau lebih baik lagi, bebas utang konsumtif. Utang yang tinggi, apalagi utang berbunga besar seperti pinjaman online atau kartu kredit, akan menghambat arus kas Kopers.
Berinvestasi sambil mengabaikan pembayaran utang hanya akan membuat Kopers pusing dan berpotensi gagal bayar. Maka tipsnya, lunasi dulu utang konsumtif Kopers. Setelah itu, jika Kopers memiliki utang produktif (seperti KPR), pastikan porsi cicilannya tidak melebihi 35% dari gaji bulanan.
2. Perhatikan Tanggungan Keluarga
Bagi Kopers tulang punggung keluarga atau memiliki tanggungan biaya hidup orang tua, jangan paksakan dana untuk kebutuhan utama dialokasikan untuk berinvestasi. Pastikan seluruh kebutuhan pokok, cicilan penting, dan kewajiban keluarga sudah aman terlebih dahulu.
Dalam kasus ini, modal investasi yang ideal adalah yang realistis dan tidak menyebabkan Kopers kekurangan di tengah bulan. Kopers bisa mulai dari nominal kecil terlebih dahulu, sambil secara bertahap memperbaiki arus kas dan membangun dana darurat.
3. Pastikan Kondisi Keuangan Stabil dan Hanya Gunakan Uang Dingin
Faktor terakhir yang perlu diperhatikan sebelum menentukan modal investasi adalah pastikan kondisi keuangan stabil dan hanya gunakan uang dingin. Uang dingin berarti dana yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan harian, cicilan, atau kewajiban penting lainnya.
Dengan menggunakan uang yang aman untuk diinvestasikan, Kopers bisa berinvestasi tanpa tekanan, tanpa takut mengganggu arus kas, dan tentunya tanpa panik ketika nilai investasi mengalami fluktuasi.
Cara ini membantu Kopers lebih disiplin dan objektif saat mengambil keputusan keuangan, karena dana yang diputar memang dialokasikan khusus untuk bertumbuh.
Jika ketiga faktor tersebut sudah terpenuhi, barulah Kopers dapat menentukan modal investasi yang benar-benar ideal untuk kondisi finansial masing-masing.
Rumus Menentukan Modal Investasi Ideal

Idealnya, model investasi diambil dari persentase penghasilan yang Kopers terima setiap bulan. Ada dua metode alokasi gaji yang paling populer di kalangan perencanaan keuangan, yaitu:
1. Metode 80:20
Metode ini membagi penghasilan Kopers menjadi dua pos utama, 80% dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari dan 20% dialokasikan untuk investasi dan tabungan.
Jika gaji Kopers Rp5.000.000, maka Kopers wajib menyisihkan minimal Rp1.000.000 (20%) untuk investasi di awal bulan. Metode ini cocok untuk Kopers yang ingin fokus memaksimalkan porsi investasi dan memiliki sedikit tanggungan.
2. Metode 50:30:20
Metode ini lebih rinci dan sangat populer karena memisahkan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).
- 50% dialokasikan untuk kebutuhan (Needs): biaya rumah tangga, makanan, transportasi, dan kewajiban tetap lainnya.
- 30% dialokasikan untuk keinginan (Wants): healing, liburan, shopping, hobi, atau kebutuhan gaya hidup yang tidak mendesak.
- 20% dialokasikan untuk investasi atau tabungan jangka panjang.
Bagi investor pemula, metode 50:30:20 ini sering dianggap lebih realistis karena tetap memberikan ruang untuk menikmati hidup sambil membangun kekayaan di masa depan. Persentase modal investasi ideal di sini tetap 20%.
Budget Masih Terbatas? Ini Solusi Investasi Paling Terjangkau

Kalau dana yang Kopers punya ternyata belum memenuhi dua metode penghitungan modal di atas, bukan berarti tidak bisa mulai berinvestasi. Di Koperasi Digital Propertree (KDP), Kopers bisa memulai langkah awal dengan sangat terjangkau.
Cukup satu kali menabung Rp1.000.000 sebagai simpanan pokok, lalu melanjutkannya dengan simpanan wajib sebesar Rp100.000 per bulan. Skema ini memungkinkan siapa pun mulai berinvestasi tanpa harus menunggu dana besar. .
Nantinya, Kopers juga akan mendapatkan imbal hasil hingga 12% per tahun. Tertarik? Yuk, cek info lebih lengkapnya di instagram Koperasi Propertree!
Baca Selengkapnya: Punya Uang 200 Juta? Ini 7 Opsi Investasi yang Bikin Cuan





